Minggu, 04 Oktober 2015

ikhlas


Assalamualiakum wr.wb .

     Minggu 09-Desember-2013  tepatnya sekitar   jam 12:30 ,,FEMUR  AP +  PLAT  sebuah kata yang teramat asing menurutku  kini terasa akrab ditelinga , kecelakaan satu tahun yang lalu sewaktu acara  touring  bersama  teman teman  tepatnya  disalah  satu daerah yang ada di purwakarta,sebuah kecelakaan yang  pasti  tidak akan terlupakan sepanjang  hidup  ini, untuk  terus mengingat  atas Kuasa dan kebesaran-NYa.


malam hari saya masih bekerja kebetulan sift malam, saya bekerja seperti biasanya dan tidak ada firasat apapun sebelumnya ,tetapi malam itu saya ke fikiran,ikut apa tidak? setelah itu saya putuskan ke teman teman saya tidak ikut .bell berbunyi pulanglah kerja sampailah  dikontrakan sesampai dikontrakan saya kefikiran lagi dan sambil rebahan sebentar akhirnya saya  memutusakan kembali untuk ikut touring,saya siap siap untuk berangkat dengan membaca doa  dan ketemuan di salah satu kawasan yang ada dicikarang bersama  teman-teman,kebetulan saya  mengendarai motor berdua dengan teman, tidak lupa sebelum berangkat kita berdoa setelah itu  kita lanjutkan perjalanan tetapi  sekitar didaera kerawang  ada rajiah motor beberapa temen kena  rajiah termasuk saya  perasaan saya  degdegan karena memang  baru pertama kena rajiah(maklum saya baru beberapa bulan beli motor) urusanpun sudah beres motor udah kembali dalam fikiran  sebenarnya  pengen balik lagi kekontrakan tapi karena perasaan “gak enak” ya udah terpaksa  melanjutkan perjalanan ,sesampai di tengah perjalan saya paling  belakang dan kehilangan  jejak sempet tanyatanya juga ,untungnya ada temen yang pengertian yang mau nungguin.terus kita  lanjutkan lagi perjalanan dan mungkin beberapa meter lagi  nyampe  tetapi tiba-tiba mata terasa burem ( mungkin karena efek  ngantuk juga  )padahal  jalan lurus  tetapi entah kenapa saya lihatnya  belokan ,beloklah! temen saya  teriak saya panik terus  saya rem motor depan+ belakang ,kecepatan motor standar  tidak  terlalu  cepet  juga, blasssss  motor saya terjatuh masuk  selokan terasa sekilas tidak sadar tiba-tiba dengan posisi paha saya berada ditiang pembatas jl dan beradu dengan tiang pembatas dengan posisi ujung kaki tertindih ,awalnya tidak kerasa sakit  tetapi ko kaki tidak bisa bergerak dan berfungsi dan masih dalam keadaan sadar dengan darah berceceran saya pegang paha ternyata tulang paha patah keluar dari kulit daging, didalam hati saya bertanya ,apa  salah dan dosa ku ya rabb sampai aku diberi cobaan seberat ini? Ya  Allah,tolong  sembuhkanlah saya,saya harus kuat .tentu saja doa  tersebut  diiringi rasa sakit yang luar biasa  dan aku coba tahan tapi aku sadar Allah pasti  punya rencana dibalik kejadian ini.

Terasa  campur aduk  perasaan ini dan yang ada dalam fikiran adalah saya diamputasi , dengan kondisi seperti ini saya hanya bisa mengucapkan istighfar baca doa yang saya mampu ,saya juga  kefikiran dengan kondisi temen karena  kelihatannya dia menangis kesakitan setelah beberapa  selang waktu Alhmdulillah ada mobil lewat yang mau menolong  lalu digotong lah saya dan temen  kemobil pick up ,Awalnya dibawa ketukang urut dulu sesampai ditukang urut  dam temen dilihat terlebih dahulu dan bilang patah dan setelah itu giliran saya dilihat dan kata tukang urut  bilang patahnya parah dan harus dibawa kerumah sakit  dan diabawalah saya langsung kerumah sakit kurang lebih sekitar jam16:00an sampai dirumah sakit  dan saya langsung  menghubungi kaka saya yang ada dijakarta,pertolongan pertama  saya dikasih bantuan oksigen dan diberi cairan pereda rasa sakit diposisi patahan dan dijahit luka-luka saya lalu ditarik kaki saya dengan beberapa orang mungkin agar posisi tulang saya bisa normal sekitar habis ba'da maghrib kaka dan orang tua saya datang dokter langsung menceritakan dan  diperlihatkan  foto patah tulang saya dan dokter pun merekomendasikan harus segera dioperasi karena memang  pembuluh darah saya juga yang sobek dan HB  saya turun,lalu sekitar jam 22:00 saya dioperasi dan dalam keadaan sadar sekitar jam 01:30 selama  4 hari saya dirawat.

Tetapi  dengan kejadian membuat saya lebih bersyukur karena saya diberi  kesempatan oleh Tuhan  untuk hidup dan bisa memperbaiki diri,pengalaman ini membawa saya dalam wujud syukur Karena kepedulian dari keluarga dan teman teman dan pihak lain yang sangat begitu besar dan mungkin  saya tidak akan pernah bisa membalas kebaikan dari mereka semua,kemauan mereka membantu dan menolongku membuat saya terharu ,pengalaman yang  tidak pernah terlupakan sepanjang waktu ketika  bab dan buang air kecil di tempat tidur dan ibu yang rela membuang kotorannya, begitu mulianya seorang ibu (makasih ibu),ketika makan harus disuapin sama kaka (makasih kaka),ketika belajar menggunakan tongkat pertama kali dijaga dan dibantu oleh bapak(makasih bapak)agar tidak terjatuh,ketika kondisi satu bulan tidak mandi,ketika temen temen rela  sibuk membantu segalanya.. inilah yang membuat ku pada akhirnya berfikir aku harus kuat dan semangat karena  mereka saja semangat untuk membantuku melewati ini semua. Saya  bersemangat untuk sembuh dan bisa berjalan normal kembali,saya terus berlatih memakai tongkat,makan makan yang bergizi dan berprotein tentunya berdoa yang paling utama. TERIMA KASIH SEMUA.