Assalamualiakum wr.wb
.
Minggu 09-Desember-2013 tepatnya
sekitar jam 12:30 ,,FEMUR AP + PLAT sebuah kata yang teramat asing menurutku kini terasa akrab ditelinga ,
kecelakaan satu tahun yang lalu sewaktu acara
touring bersama teman teman tepatnya disalah satu daerah yang ada di purwakarta,sebuah
kecelakaan yang pasti tidak akan terlupakan sepanjang hidup ini, untuk terus mengingat atas Kuasa dan kebesaran-NYa.
malam hari saya masih bekerja kebetulan sift malam, saya bekerja seperti
biasanya dan tidak ada
firasat apapun sebelumnya ,tetapi malam itu saya ke fikiran,ikut apa tidak? setelah
itu saya putuskan ke teman teman saya tidak ikut .bell berbunyi pulanglah kerja sampailah dikontrakan sesampai dikontrakan saya kefikiran lagi dan sambil rebahan sebentar akhirnya saya memutusakan kembali untuk ikut touring,saya siap siap
untuk berangkat dengan membaca doa dan ketemuan di salah satu kawasan yang ada dicikarang bersama teman-teman,kebetulan saya mengendarai motor berdua dengan teman, tidak lupa sebelum berangkat kita
berdoa setelah itu kita lanjutkan perjalanan tetapi sekitar didaera kerawang ada rajiah motor beberapa temen kena rajiah
termasuk saya perasaan saya degdegan karena memang baru pertama kena rajiah(maklum saya baru beberapa
bulan beli motor) urusanpun sudah beres motor udah kembali dalam fikiran sebenarnya pengen balik lagi kekontrakan tapi karena perasaan “gak enak” ya udah terpaksa melanjutkan perjalanan ,sesampai di tengah
perjalan saya paling belakang dan kehilangan jejak sempet tanyatanya juga ,untungnya ada temen yang
pengertian yang mau nungguin.terus kita lanjutkan
lagi perjalanan dan mungkin beberapa meter lagi nyampe tetapi tiba-tiba mata terasa burem ( mungkin karena efek ngantuk juga )padahal jalan lurus tetapi entah kenapa saya
lihatnya belokan ,beloklah! temen saya teriak saya panik terus saya rem motor depan+ belakang ,kecepatan motor standar
tidak terlalu cepet
juga, blasssss motor saya terjatuh masuk
selokan terasa sekilas tidak sadar tiba-tiba dengan posisi paha saya berada
ditiang pembatas jl dan
beradu dengan tiang pembatas dengan posisi ujung kaki tertindih ,awalnya tidak kerasa sakit
tetapi ko kaki tidak bisa bergerak dan berfungsi dan masih
dalam keadaan sadar dengan darah berceceran saya pegang paha ternyata tulang paha patah keluar dari kulit daging, didalam hati saya bertanya
,apa salah dan dosa ku ya rabb sampai aku diberi cobaan seberat ini? Ya Allah,tolong sembuhkanlah saya,saya harus kuat .tentu saja doa tersebut
diiringi rasa sakit yang luar biasa dan aku coba tahan tapi aku sadar Allah pasti punya rencana dibalik kejadian ini.
Terasa campur aduk perasaan
ini dan yang ada dalam fikiran adalah saya diamputasi , dengan kondisi seperti ini saya hanya bisa mengucapkan istighfar baca doa
yang saya mampu ,saya juga kefikiran dengan kondisi temen
karena kelihatannya dia menangis kesakitan setelah beberapa
selang waktu Alhmdulillah ada mobil lewat yang mau menolong lalu digotong lah saya dan temen kemobil pick up ,Awalnya dibawa ketukang urut dulu sesampai ditukang urut dam temen dilihat
terlebih dahulu dan bilang patah dan setelah itu giliran saya dilihat dan kata tukang urut bilang patahnya parah dan harus dibawa kerumah sakit dan diabawalah saya langsung kerumah sakit kurang lebih sekitar jam16:00an sampai dirumah sakit dan saya langsung menghubungi kaka saya yang ada dijakarta,pertolongan
pertama saya dikasih bantuan oksigen dan diberi cairan pereda rasa sakit diposisi patahan dan dijahit luka-luka saya lalu ditarik kaki saya dengan beberapa orang
mungkin agar posisi tulang saya bisa normal sekitar habis ba'da maghrib kaka dan orang tua saya datang dokter langsung menceritakan dan diperlihatkan
foto patah tulang saya dan dokter pun merekomendasikan harus segera dioperasi karena memang pembuluh darah saya juga yang sobek dan HB saya turun,lalu sekitar jam 22:00 saya
dioperasi dan dalam keadaan sadar sekitar jam 01:30 selama 4 hari saya dirawat.
Tetapi dengan kejadian membuat saya lebih bersyukur karena saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk hidup dan bisa memperbaiki
diri,pengalaman ini membawa saya dalam
wujud syukur Karena kepedulian dari keluarga dan teman teman dan pihak lain
yang sangat begitu besar dan mungkin saya tidak akan pernah bisa
membalas kebaikan dari mereka
semua,kemauan mereka membantu dan menolongku membuat saya terharu
,pengalaman yang tidak pernah terlupakan
sepanjang waktu ketika bab dan buang air kecil di tempat tidur dan
ibu yang rela membuang kotorannya, begitu mulianya seorang ibu (makasih ibu),ketika makan harus disuapin sama
kaka (makasih kaka),ketika belajar menggunakan tongkat
pertama kali dijaga dan dibantu oleh bapak(makasih bapak)agar tidak terjatuh,ketika kondisi satu bulan tidak mandi,ketika temen temen rela sibuk membantu segalanya.. inilah yang membuat ku pada akhirnya berfikir aku harus kuat
dan semangat karena mereka saja semangat untuk membantuku melewati ini semua. Saya bersemangat untuk sembuh dan bisa berjalan
normal kembali,saya terus berlatih memakai tongkat,makan makan yang bergizi dan
berprotein tentunya berdoa yang paling utama. TERIMA KASIH SEMUA.
